Aneh ya...
Selama ini aku sibuk menyalahkan keadaan, menyalahkan orang yang pergi, menyalahkan takdir yang tak pernah sesuai harapan.
Padahal... yang paling sering melukaiku adalah diriku sendiri.
Aku yang terlalu mudah percaya. Aku yang terlalu banyak berharap. Aku yang terus memberi, hingga lupa menyisakan sedikit untuk diriku.
Berkali-kali aku berkata, "Ini yang terakhir."
Namun setiap kali pintu yang sama terbuka, aku tetap masuk... lalu pulang dengan luka yang sama.
Aku kecewa...
Bukan karena hidup sekeras ini.
Tapi karena berkali-kali aku gagal menjadi tempat yang aman bagi hatiku sendiri.
Aku memaksa diriku kuat, padahal sedang rapuh.
Aku memaksa diriku tersenyum, padahal di dalam dada ada lelah yang tak pernah sempat bercerita.
Yang paling menyakitkan, bukan ketika dunia tidak mengerti aku.
Melainkan ketika aku sendiri tak lagi mengenali siapa diriku.
Mungkin...
Aku tidak butuh hidup yang sempurna.
Aku hanya ingin berdamai dengan seseorang yang setiap hari selalu kutemui di depan cermin.
Semoga suatu hari nanti, aku bisa memaafkan semua kesalahan yang pernah kulakukan.
Dan menerima diriku, bukan karena sudah sempurna, tetapi karena aku masih diberi kesempatan untuk menjadi lebih baik